Kamis, 31 Oktober 2013

Bab I - Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan lembaga yang dengan sengaja diselenggarakan untuk mewariskan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian oleh generasi yang lebih tua kepada generasi berikutnya. Melalui pendidikan sebagian manusia berusaha memperbaiki tingkat kehidupan mereka. Terjadi hubungan yang kuat antara tingkat pendidikan seseorang dengan tingkat sosial kehidupannya. Jika pendidikan seorang maju, tentu maju pula kehidupannya demikian pula sebaliknya.

Adapun tujuan dari Pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang yang berakhlak baik laki-laki atau perempuan, jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan berakhlak tinggi, tahu arti kewajiban dan pelaksanaan, menghormati hak-hak manusia, tahu membedakan yang baik dan yang buruk, memilih suatu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari perbuatan tercela dan mengingat perbuatan yang mereka lakukan.
Dari kutipan di atas dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa Pendidikan Islam bertujuan mendorong seorang guru harus berusaha dengan keras untuk selalu menanamkan betapa pentingnya akhlak yang baik bagi siswa dan tercipta kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Tujuan pembelajaran yang utama adalah membekali siswa dengan kemampuan. Atas dasar ini diperlukan metode pembelajaran yang sesuai pada tiap pokok bahasan. Yang lebih penting lagi adalah agar siswa dalam proses pembelajaran Agama Islam terutama pada pelajaran Aqidah Akhlak agar dapat merasa asyik, dan senang serta menikmatinya.
Madrasah Tsanawiyah Mursyidut Thullab Lembanna merupakan tempat pendidikan yang bercorak Islam. Selain mata pelajaran umum juga diajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam diantaranya yaitu Aqidah Akhlak yang bertujuan membentuk siswa yang berakhlak dan bertaqwa. Akan tetapi Metode Pembelajaran PAI yaitu Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna sebahagian kecil siswa masih kurang menerapkan Pembelajaran tersebut kedalam kehidupannya sehari-hari, terbukti ketika masing-masing pulang kerumah masih ada perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan Pembelajaran Aqidah Akhlak yang telah di ajarkan, bahkan dalam lingkungan sekolahpun masih ada yang menunjukkan hal-hal yang kurang baik. Di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna guru juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya yaitu masih ada guru yang merangkap mengajar mata pelajaran lainnya, hal ini dikarenakan karena guru-guru masih ada yang merangkap dalam mengajar misalnya pelajaran Aqidah Akhlak dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Berdasarkan data atau fenomena di atas menarik untuk dilakukan penelitian tentang Bagaimana Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna, dan Faktor-Faktor Apa yang Mempengaruhi Metode Pembelajaran.
B.    Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah
1.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.    Bagaimana Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna ?
b.    Faktor-Faktor apa yang mempengaruhi Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna ?
2.    Batasan Masalah
Masalah yang diangkat dalam Proposal  ini terlalu luas jika diteliti secara menyeluruh. Maka, agar masalah tidak melebar penulis hanya meneliti Bagaimana Metode dan Faktor-Faktor apa yang mempengaruhi Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna.
C.    Pengertian Judul
Untuk menghindari kesalahan pemahaman mengenai maksud dari judul penelitian ini maka perlu untuk memberikan pengertian istilah-istilah yang ada pada judul tersebut sebagai berikut :
1.    Metode
Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak-masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai.
2.    Pembelajaran
Pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.
3.    Aqidah
Secara etimologis, Aqidah berasal dari ‘aqada-ya’qidu-‘aqdan-‘aqidatan. ‘aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian yang kokoh. Setelah terbentuk menjadi ‘aqidah berarti keyakinan. Relevansi antara kata ‘aqdan dan ‘aqidah  adalah keyakinan yang tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan perjanjian.
4.    Akhlak
Akhlak secara etimologi, kata Akhlak berasal dari bahasa Arab Akhlak bentuk jama’ dari kata khuluk yang berarti “budi pekerti” yang sinonimnya adalah etika dan moral. Etika berasal dari bahasa Latin, etos berarti “kebiasaan”. Sedangkan menurut istilah Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.
Berdasarkan definisi/pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan Tentang pembelajaran Aqidah (Keyakinan) dan Akhlak (Budi Pekerti) agar siswa dapat mengerti dan memahami pengertian Aqidah Akhlak dan mampu melaksanakan dan menerapkan pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
D.    Tinjauan Pustaka
Dalam tinjauan pustaka ini, penulis ingin menegaskan bahwa menurut sepengetahuan penulis belum ada yang membahas tentang metode pembelajaran  Aqidah Akhlak, dan kalaupun itu ada maka judul dan  lokasi subyek penelitiannya berbeda, antara lain:
1.    Musyrifah, tahun 2008, yang berjudul “ Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTsN. Wonokromo Bantul Yogyakarta” Proposal tersebut meneliti Kondisi siswa yang tidak konsentrasi dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak dan hasil apa yang dicapai siswa dari metode pembelajaran Aqidah Akhlak, serta penelitian tersebut bersifat kualitatif.
2.    Muhammad Lutfi, tahun 2001, yang berjudul “Pendidikan Akhlak Dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa Di MTsN. Wonokromo Bantul Yogyakarta” Proposal tersebut meneliti tentang sejauh mana keberadaan pendidikan Akhlak di MTsN. dan adanya kemerosotan moral sehingga mempengaruhi kedisiplinan siswa di MTsN. Wonokromo.
E.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
a.    Untuk mengetahui Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna.
b.    Untuk mengetahui Faktor-Faktor apa yang mempengaruhi Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna.
2.    Manfaat Penelitian
a.    Secara Teoritik
Memberi masukan bagi MTs. Mursyidut Thullab Lembanna agar senantiasa meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya, khususnya dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.
b.    Secara Praktis
1)    Berguna bagi para Guru Agama Islam, sebagai dasar pertimbangan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.
2)    Sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi guru Pendidikan Agama Islam di MTs. Mursyidut Thullab Lembanna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar